Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Senin (29/6/2026) ditutup di zona merah. Tekanan lepas yang berlangsung sejak awal perdagangan membuat IHSG terus terkoreksi hingga mengenai level terendah intraday.
Seluruh indeks sektor ditutup mengalami pelemahan, kecuali sektor kesehatan mengalami kenaikan 0,19%. Saham sektor keuangan mengalami penurunan terbesar, yaitu 1,58%. Disusul saham sektor infrastruktur mengalami pelemahan 1,23%.
Menurut data RTI Business hingga pukul 12.00 WIB, IHSG turun 57,185 poin terpangkas 0,97% ke posisi 5.838,949. Padahal, pada awal perdagangan IHSG sempat dibuka terangkat di level 5.932,029 dan sempat mengenai posisi tertinggi 5.942,772. Sementara itu, tekanan lepas berlanjut hingga menyeret IHSG ke level terendah 5.834,737 sebelum jeda siang.
Aktivitas perdagangan pada sesi I terpantau ramai. Volume transaksi menyentuh 7,510 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp4,026 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 683.717 kali. Pergerakan saham didominasi pelemahan. Sebanyak 378 saham ditutup terkoreksi, 244 saham terangkat, dan 183 saham bergerak stagnan.
Saham-saham yang terkoreksi di sesi pertama hari ini adalah ASII turun 1,05% jadi Rp4.710 per unit. TLKM turun 1,61% jadi Rp2.440, BBCA tergerus 2,43% jadi Rp6.025, AMMN turun 0,30% jadi Rp3.330, TPIA turun 0,84% jadi Rp1.780, BMRI turun 1% jadi Rp3.950, BBRI turun 1,05% jadi Rp2.840, BBNI turun 1,20% jadi Rp3.280, dan BREN turun 2,99% jadi Rp3.250 per saham.
Sementara harga saham DSSA naik 1,23% jadi Rp825 per unit. ANTM naik 1,11% jadi Rp2.740, KEUNTUNGAN naik 0,88% jadi Rp570, ENRG naik 4,81% jadi Rp1.090, dan EMAS naik 0,41% ke harga Rp6.150 per saham.
Pergerakan IHSG sepanjang sesi pertama menunjukkan tekanan lepas masih mendominasi pasar. Setelah sempat bergerak di zona hijau pada awal perdagangan, indeks berbalik arah dan terus terkoreksi hingga akhir sesi I.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

