Pola musiman (seasonality) menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung terkoreksi pada Mei. Sementara itu, tekanan tahun berjalan sudah datang lebih awal.
Ringkasnya, dalam 10 tahun terakhir (2016-2025), rata-rata kinerja IHSG pada bulan ini tercatat minus 0,67 persen, dengan hanya tiga kali kenaikan dan tujuh kali penurunan.
Ringkasnya, probabilitas naiknya pun hanya sekitar 30 persen, terendah dibanding bulan lainnya.
Pola ini sejalan dengan fenomena global “Sell in May and go away”, yakni kecenderungan investor menjalankan aksi ambil untung setelah reli awal tahun dan mulai bersikap lebih defensif.
Dalam banyak kasus, Mei berubah menjadi titik awal pelemahan di pasar saham.
Sementara itu, kondisi tahun berjalan berbeda. IHSG sudah lebih dulu mengalami pelemahan dalam beberapa bulan terakhir, dengan penurunan sekitar 19,55 persen secara tahun berjalan ke level 6.956,80 pada Kamis (30/4/2026).
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

