Derasnya arus keluar dana asing dan tekanan rebalancing indeks global membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan sepanjang Mei 2026.
Sementara itu, di balik pelemahan pasar tersebut, sejumlah saham masih mampu mencuri perhatian dengan membukukan penguatan signifikan.
Sebagai diketahui, IHSG merosot 11,92 persen selama sebulan terakhir dan berubah menjadi kinerja Mei terburuk sejak 2012.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ditutup di level 6.127,38 pada Jumat (29/5/2026), di tengah derasnya arus keluar dana asing yang menyentuh Rp21,09 triliun di pasar reguler selama Mei.
Tekanan pasar dipicu kombinasi sentimen rebalancing indeks global MSCI dan FTSE, pelemahan rupiah yang sempat mengenai Rp17.970 per dolar AS, hingga kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal pemerintah dan ketidakpastian geopolitik global.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

