Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam pada Selasa (30/6/2026), melanjutkan tren pelemahan belakangan ini di tengah minimnya katalis positif serta meningkatnya sikap hati-hati investor.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.20 WIB, IHSG merosot 2,30 persen ke 5.686,86, dengan nilai transaksi Rp2,10 triliun dan volume perdagangan 2,84 miliar saham.
Sebanyak 491 saham terkoreksi, 116 terangkat, dan 352 sisanya stagnan.
Saham berkapitalisasi pasar (big cap) terbesar di indeks, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), turut menekan IHSG sesudah mengalami gap down pada awal sesi perdagangan.
Saham BBCA dibuka terkoreksi 4,22 persen ke Rp5.675 per saham, atau berada di bawah level penutupan perdagangan sebelum itu.
Ringkasnya, selain bank milik Grup Djarum tersebut, saham-saham konglomerasi juga tumbang, mulai dari Grup Salim hingga Barito serta Sinarmas. Saham bank besar lain juga tertekan.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

