Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi dan memperpanjang tren penurunannya menjadi tiga hari beruntun pada Jumat (5/6/2026). Pelemahan tersebut membawa IHSG ke level terendah sejak awal 2021.
Ringkasnya, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 14.15 WIB, IHSG merosot 3,50 persen ke level 5.635,62.
Nilai transaksi menyentuh Rp23,20 triliun, termasuk transaksi negosiasi pada salah satu saham konglomerat, dengan volume perdagangan menyentuh 25,90 miliar saham.
Tekanan lepas berlangsung secara luas. Sebanyak 664 saham terkoreksi, sementara hanya 103 saham terangkat dan 192 saham lainnya bergerak stagnan.
Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar turut menjadi pemberat utama indeks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tergelincir 5,53 persen ke Rp5.150 per unit, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 4,68 persen, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 2,27 persen, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 2,14 persen.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

