Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan terkoreksi pada pekan ini. Perdagangan indeks akan berlangsung pendek karena bersamaan dengan libur panjang (long weekend).
Ringkasnya, dengan perdagangan hanya tiga hari (10-13 Mei), IHSG diselimuti dengan jadwal dan sentimen penting. Salah satunya rencana pengumuman review Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 12 Mei 2026.
Ringkasnya, selain itu, sentimen negatif juga datang dari rencana royalti untuk sejumlah komoditas logam yang mencakup nikel, tembaga, emas, perak, dan timah. Pemerintah berencana menaikkan tarif royalti progresif untuk mayoritas komoditas logam dalam rangka mendorong pendapatan negara.
Ringkasnya, kebijakan royalti ini mendapatkan respons negatif pasar, ditandai dengan pelemahan IHSG hingga 2,86 persen ke level 6.969 pada Jumat (8/5/2026) lalu.
"Pelemahan indeks disebabkan oleh sejumlah faktor negatif, di antaranya pelemahan indeks di bursa global akibat memanasnya konflik AS-Iran, serta adanya usulan royalti sejumlah komoditas logam," kata Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

