PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) menerangkan bahwa jumlah nasabah tabungan emas sudah menyentuh 1 juta per bulan April 2026. Sementara hingga kuartal I-2026, jumlah nasabah tabungan emas di bank syariah terbesar Ri itu sudah menyentuh hampir 900.000.
Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho mengungkap pertumbuhan pesat dari bisnis emas tersebut turut berdampak terhadap peningkatan fee based income bank itu. Jumlah pertumbuhan itu menyentuh 2.700% secara tahunan dan memegang porsi 10,63% dari seluruh fee based income.
Secara keseluruhan, fee based income BSI menyentuh Rp2,09 triliun per kuartal I-2026, naik 22,30% secara tahunan. "Kalau kita lihat driver utamanya memang adalah salah satunya adalah produk emas kita, dengan kenaikan jumlah nasabah yang menyentuh lebih dari 1 juta. Memang ini sangat mendorong pertumbuhan fee-based income kita," ujarnya saat Press Conference Kinerja Triwulan I-2026 BSI secara virtual, Selasa (12/5/2026).
Terkait dengan harga emas yang mengalami fluktuasi sepanjang awal tahun berjalan. Cahyo menuturkan BSI menjalan strategi membuka akses dan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia untuk dapat memiliki dan mulai menabung emas. "Jadi pendekatan kita bukan untuk kepada nasabah bukan untuk fokus kepada kenaikan harga yang naik dan turun setiap hari berubah-ubah, tapi membangun disiplin bagaimana setiap orang bisa mulai menyisihkan uangnya untuk dibelikan emas.
Alhasil menjadi akumulasi yang nanti akan bermanfaat untuk masa depan dari nasabah," terang Cahyo. Selain itu, bank pelat merah juga memahami adanya fenomena daya akumulasi masyarakat yang menurun.
Maka demikian, di super app BYOND by BSI terdapat fitur menabung emas yang bisa dimulai dari Rp50.000, serta fitur melepas atau transfer emas ddalam jumlah yang sangat kecil. "Jadi itu niat kami adalah kita mengedukasi bahwa investasi emas ini adalah bagian persiapan kita untuk jangka menengah dan panjang. Dan kita gunakan untuk kepentingan-kepentingan yang jauh lebih besar kembali. termasuk misalkan untuk berhaji.
Bukan sekedar kita membeli lalu berharap harga mengalami kenaikan dalam short term. Jadi itu yang kita edukasi kepada nasabah," pungkas Cahyo.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

