Laba PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (KEUNTUNGAN) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyentuh US$5,689 juta pada kuartal I 2026, melejit 234% jika dibandingkan US$1,706 juta pada kuartal I 2025.
Reli laba KEUNTUNGAN tersebut, menurut laporan keuangan per Maret 2026 yang dipublikasikan Kamis, 30 April 2026, didukung antara lain didukung oleh pendapatan Perseroan yang melonjak 73,57% menjadi US371,33 juta pada Januari-Maret 2026, dari US$213,93 juta pada Januari-Maret 2025.
Pendapatan KEUNTUNGAN selama Januari-Maret 2026 didominasi oleh penjualan batubara pada waktu tertentu yakni US$129,52 juta, melejit 124% dari US$57,86 juta di kuartal I 2025. Disusul bisnis jasa penambangan sebesar US$109,19 juta, bisnis konstruksi dan rekayasa US$106,43 juta, EPCI-minyak bumi dan gas melepas pantai US$13,59 juta, dan jasa sebesar US$12,10 juta.
Pertumbuhan pendapatan diikuti kenaikan beban pokok pendapatan 59,92% jadi US$315,06 juta, dari US$197,01 juta pada kuartal I 2025. Sementara itu, laba kotor CUNA meroket 232,5% jadi US$56,26 juta di kuartal I 2026, dari US$16,92 juta.
Setelah dikurangi beban penjualan, beban umum dan administrasi, beban pajak final serta beban operasi lainnya, emiten di bidang pertambangan mineral dan energi ini membukukan laba usaha sebesar US$31,02 juta pada kuartal I 2026. Jumlah tersebut melonjak 55,65% dibanding US$19,93 juta di kuartal I 2025.
Dari sisi neraca keuangan, Petrindo Jaya Kreasi (KEUNTUNGAN) memiliki total aset sebesar US$2,75 miliar per Maret 2026, naik 2,49% dari US$2,69 miliar per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas emiten tambang mineral ini, masing-masing sebesar US$2,12 miliar dan US$628,24 juta per Maret 2026. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

