Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi masih memiliki tenaga untuk melaju di zona hijau pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Pergerakan indeks hari ini diproyeksikan menguji ketahanannya pada level 5.600.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyalurkan pandangannya terkait arah pasar. Menurutnya, indeks masih berpeluang melanjutkan tren positifnya.
“IHSG berpotensi tes support di 5.600, tapi jika kuat bertahan disana, berpotensi melanjutkan kenaikan dengan target di 5.800-6.000,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada perdagangan Selasa (9/6/2026), IHSG berakhir di zona hijau dan menembus kembali level 5.700. Indeks ditutup terangkat signifikan 404,511 poin atau naik 7,57% ke level 5.746,648.
Angka ini meroket tajam dibanding penutupan Senin (8/6/2026) di level 5.342,137. Saat pembukaan perdagangan Selasa, IHSG terangkat di level 5.344,688.
Meskipun indeks terbang tinggi, aksi lepas investor asing masih membayangi pasar. Kemarin tercatat aksi lepas bersih (net sell) oleh asing menyentuh sekitar Rp2,59 triliun.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran lepas para pemodal luar negeri. Saham-saham tersebut meliputi BBRI, BBCA, BMRI, TPIA, dan AMMN.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 5.450-5.600. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi 5.800-5.950.
Fanny juga menyalurkan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati. “Trading idea hari ini: ANTM, BBNI, BUVA, RATU, ISAT, dan MEDC,” tambahnya.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

