PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI menghimpun dana bernilai USD 700 juta atau setara Rp11,9 triliun dari penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) Perpetual Non-Cumulative Capital Securities.
Aksi korporasi pada 15 April 2026 ini memperoleh respons positif dari investor global. Tingkat permintaan tercatat menyentuh lebih dari USD 2,5 miliar. Angka tersebut menunjukkan kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 3,6 kali lipat dari nilai yang ditawarkan.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan penerbitan ini adalah kali kedua bagi perseroan. Sebelum itu, BNI pernah meluncurkan instrumen serupa bernilai USD 600 juta pada 2021.
Okki menilai langkah ini strategis untuk meningkatkan ketahanan (resilience) BNI. Perseroan membutuhkan fondasi kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Hal ini secara bersamaan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Ringkasnya, “BNI ingin memastikan perannya sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional semakin kokoh melalui struktur permodalan yang kuat,” ujar Okki dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Ringkasnya, instrumen AT1 ini memiliki karakteristik unik sebagai modal tambahan. Sifatnya subordinasi dan tidak memiliki masa jatuh tempo (perpetual). Selain itu, pembayaran imbal hasilnya bersifat tidak diakumulasikan.
Proses penerbitan mengacu pada ketentuan Regulation S (Reg S) dalam US Securities Act. Perseroan membukukan instrumen ini di Singapore Exchange (SGX). Langkah ini memperluas akses BNI terhadap pasar keuangan internasional.
Ringkasnya, tingginya minat investor mencerminkan kepercayaan besar terhadap fundamental BNI. Basis investor kali ini juga semakin terdiversifikasi. Peminat berasal dari kawasan Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, hingga offshore Amerika Serikat.
Bersamaan dengan aksi ini, BNI mengumumkan rencana pembelian kembali (pembelian kembali saham) instrumen AT1 tahun 2021. Mekanisme tender offer menyasar sekitar 94,7% dari total AT1 eksisting.
Manajemen menempuh langkah ini untuk mengoptimalkan komposisi permodalan secara keseluruhan. Keberhasilan ini mempertegas posisi BNI sebagai bank nasional yang aktif di pasar global. Dukungan kuat investor berubah menjadi sinyal positif bagi ekspansi bisnis perseroan ke depan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

