PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan penjualan alat berat Komatsu sebanyak 1.690 unit sepanjang periode Januari-Mei 2026. Realisasi tersebut turun 28,1% dibandingkan periode serupa tahun 2025 yang menyentuh 2.349 unit.
Berdasarkan laporan operasional perseroan hingga Mei 2026, dikutip Jumat (03/7/2026), penurunan penjualan berlangsung di hampir seluruh sektor pengguna alat berat. Segmen pertambangan masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 43% dari total penjualan, turun dari 65% pada periode serupa tahun sebelumnya.
Sementara itu, kontribusi sektor agribisnis naik ke 24% dari sebelum itu 13%. Pangsa sektor konstruksi juga meningkat ke 19% dari 12%, sementara sektor kehutanan menyumbang 14%, meningkat dari 10% pada Januari-Mei 2025.
Secara bulanan, penjualan Komatsu pada Mei 2026 tercatat sebanyak 277 unit, turun sekitar 44% dibandingkan Mei 2025 yang menyentuh 501 unit. Meski demikian, volume tersebut masih lebih rendah dibandingkan April 2026 yang sebanyak 306 unit.
United Tractors juga menerangkan pangsa pasar Komatsu hingga April 2026 berada di level 17%. Perseroan belum menyatakan pembaruan market share untuk Mei 2026.
Penurunan penjualan alat berat mencerminkan masih lemahnya permintaan dari sektor pertambangan, yang selama ini menjadi pasar utama Komatsu di Indonesia. Sementara itu, meningkatnya kontribusi dari sektor agribisnis, konstruksi, dan kehutanan menunjukkan adanya diversifikasi permintaan dari sektor nonpertambangan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

