PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) membukukan sebanyak 1.868 pelanggan rumah tangga telah dialiri gas atau 'gas-in' sepanjang 2026 dari 10.000 sambungan rumah (SR) jaringan gas (jargas) yang ditargetkan terealisasi tahun berjalan. Area Head PGN Batam Wendi Purwanto menuturkan secara administrasi pembangunan jargas di Batam terdapat 3.191 sambungan kompor (SK) dan 2.333 SR. "Update jargas sampai hari ini sudah 1.868 pelanggan yang gas-in atau sudah dialiri dengan gas bumi," kata Wendi di Batam, Senin.
Ia menuturkan jika digabungkan dengan capaian 2025 sebanyak 3.788 pelanggan yang telah gas-in, total pelanggan rumah tangga di Batam yang sudah dialiri gas menyentuh 5.656 pelanggan. Wendi memastikan pihaknya akan terus mengakselerasi target 10.000 SR di tahun 2026, dengan sambungan yang terus di instalasi di kawasan Batam Kota, Sagulung dan Batu Aji.
Dari sisi kebutuhan pasokan, penambahan pelanggan rumah tangga tersebut membutuhkan volume gas yang relatif kecil. Untuk menyentuh 10.000 SR diperkirakan membutuhkan sekitar 0,1 hingga 0,2 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD). "Kini total pelanggan rumah tangga di Batam yang telah tersambung sekitar 9.000 pelanggan dengan kebutuhan gas sekitar 0,1 BBTUD per bulan.
Konsumsi tersebut relatif kecil dibandingkan total penyaluran gas PGN di Batam yang menyentuh sekitar 100 BBTUD," kata dia. Wendi menjelaskan pasokan gas PGN di Batam bersumber dari wilayah Sumatera, yakni WK Corridor, Jadestone, dan Jambi Merang yang disalurkan melalui pipa transmisi Grissik-Singapura.
Dari total penyaluran gas di Batam tersebut, sekitar 80 persen digunakan untuk kebutuhan pembangkit listrik. Untuk pembangunan jargas dengan target 10.000 SR, PGN memasukkannya dalam rencana belanja modal atau capital expenditure (capex) 2026 senilai 353 juta dolar AS.
Sementara terkait pelayanan, keluhan pelanggan umumnya berkaitan dengan instalasi sesudah meter gas. "Keluhan pelanggan biasanya karena instalasi sesudah meter, tapi tim kami selalu standby 24 jam untuk pengecekan dan perbaikan. Kadang kotor atau bocor.
Meter gas itu tanggung jawab dari pelanggan," ujarnya. Meski instalasi setelah meter menjadi tanggung jawab pelanggan, PGN Batam tetap mengimbau pelanggan dalam waktu dekat menghubungi PGN apabila menemukan kendala pada jaringan atau instalasi gas. "Sangat disarankan kalau ada kendala hubungi PGN, karena untuk alasan safety," kata Wendi. (end/ant)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

