Ringkasnya, pT Harum Energy Tbk (HRUM) membidik peningkatan laba ke pemilik induk pada kuartal II-2026 seiring pulihnya produksi batu bara.
Manajemen HRUM menjelaskan, kinerja keuangan perseroan pada kuartal I masih dipengaruhi oleh rendahnya produksi dari unit usaha batu bara, alhasil kontribusi laba yang dapat mengalir ke pemegang saham induk belum mencerminkan kondisi operasional yang sesungguhnya.
Adapun laba konsolidasi HRUM pada kuartal I-2026 meroket 272 persen secara tahunan menjadi Rp150,6 miliar. Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD8,9 juta.
"Rendahnya produksi batu bara pada kuartal I-2026 disebabkan adanya penundaan perizinan. Kini perizinan sudah didapat dan produksi batu bara telah dimulai kembali serta berjalan normal," ujar manajemen dalam laporan hasil public expose di keterbukaan informasi BEI, Senin (8/6/2026).
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, kontribusi segmen batu bara terhadap pendapatan perseroan turun drastis menjadi 3 persen, dari 42 persen pada periode serupa tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipicu oleh merosotnya volume penjualan batu bara hingga 94 persen serta pelemahan harga lepas rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 10 persen.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

