PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menyalurkan pinjaman bernilai Rp1,34 triliun kepada dua entitas anaknya untuk mendukung aksi akuisisi di sektor tambang nikel.
Berdasarkan keterbukaan informasi di laman resmi Bursa Efek Indonesia yang dikutip Kontan, Kamis (28/5/2026), pinjaman tersebut diberikan kepada PT Adhi Prakarsa Raya (APR) sebesar Rp749,59 miliar dan PT Sumber Cahaya Raya (SCR) bernilai Rp591,78 miliar.
Ringkasnya, fasilitas pinjaman ini diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan, dengan jangka waktu dua tahun sejak penarikan dan opsi perpanjangan sesuai kesepakatan para pihak.
Ringkasnya, manajemen menjelaskan, dana tersebut digunakan oleh APR dan SCR untuk membiayai pembelian saham di PT Konutara Sejati dan PT Karyatama Konawe Utara.
Baca Juga: Cermati Jadwal OWK Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK) Melalui Skema Penerbitan hmetd
Transaksi ini tergolong sebagai transaksi afiliasi karena APR dan SCR adalah entitas anak yang dikendalikan PACK dengan kepemilikan saham langsung minimal 99%.
Meski demikian, transaksi tersebut termasuk dalam kategori afiliasi yang dikecualikan sesuai ketentuan regulator, alhasil tidak memerlukan penilaian kewajaran independen.
Di sisi lain, nilai transaksi yang menyentuh lebih dari 20% ekuitas perseroan menjadikan aksi ini sebagai transaksi material.
Manajemen PACK mengungkap, penyaluran dana kepada entitas terafiliasi dinilai lebih efektif dan efisien karena adanya keselarasan tujuan bisnis serta kemudahan koordinasi operasional.
Ringkasnya, “Pendekatan ini memungkinkan implementasi strategi yang lebih terintegrasi dibandingkan apabila dilakukan dengan pihak non-afiliasi,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Kontan, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga: Membidik Dana Rp3,25 T, Abadi Nusantara (PACK) Bersiap Tawarkan OWK Melalui Penerbitan hmetd
Manajemen juga menekankan bahwa transaksi ini tidak menyalurkan dampak signifikan terhadap kondisi keuangan perusahaan.
Ringkasnya, dengan langkah ini, PACK memperkuat ekspansi di sektor tambang nikel melalui optimalisasi struktur grup usaha.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

