Ringkasnya, transaksi crossing 114 juta saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di pasar negosiasi belakangan dikaitkan dengan rumor rencana akuisisi BCA oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Sementara itu, sejumlah analis menilai transaksi tersebut belum cukup menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya aksi pengambilalihan.
Rumor tersebut sebelum itu telah dibantah oleh manajemen BCA maupun pihak Jhonlin Group.
Kendati demikian, transaksi di pasar negosiasi pada 28 September 2026 dengan melibatkan 114 juta saham BBCA pada harga Rp6.210 kembali berubah menjadi perhatian karena dikaitkan dengan kabar tersebut.
Ringkasnya, transaksi itu tergolong crossing karena hanya melibatkan satu sekuritas, yakni PT CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) dengan kode broker YU.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

