PT Astra International Tbk (ASII) melaporkan komposisi kepemilikan saham perusahaan untuk periode yang berakhir pada 30 April 2026. Emiten raksasa otomotif ini membukukan porsi kepemilikan masyarakat atau free float yang sangat besar, jauh melampaui ketentuan minimal Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang disampaikan Corporate Secretary ASII, Gita Tiffany Boer, total saham perseroan menyentuh 40,48 miliar lembar. Dari jumlah tersebut, Jardine Cycle & Carriage Ltd tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 20,28 miliar saham atau setara 50,11%.
Ringkasnya, hingga akhir April 2026, jumlah saham free float ASII tercatat sebanyak 17,75 miliar lembar saham. Angka ini setara dengan 43,86% dari seluruh saham yang tercatat di bursa.
Posisi tersebut turun tipis dibandingkan bulan sebelum itu. Pada Maret 2026, porsi free float ASII berada di level 17,77 miliar saham atau 43,92%.
Ringkasnya, meski sedikit menyusut, komposisi free float ASII masih jauh di atas ketentuan BEI. Berdasarkan Peraturan Nomor I-A, emiten di Papan Utama wajib memiliki saham free float minimal 50 juta saham dan paling sedikit 15% dari total saham tercatat.
ASII juga membukukan pertumbuhan jumlah pemegang saham. Total investor dengan Single Investor Identification (SID) menyentuh 105.418 nasabah hingga akhir April 2026. Jumlah tersebut meningkat 318 investor dibandingkan bulan sebelum itu sebanyak 105.100 nasabah.
Ringkasnya, kondisi ini memastikan ASII memenuhi ketentuan minimal 300 nasabah pemilik SID sesuai aturan bursa. Selain saham publik, perseroan juga melaporkan kepemilikan saham tresuri sebanyak 434,68 juta lembar atau setara 1,07%.
Terkait Pemilik Manfaat Akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO), manajemen menekankan tidak terdapat pengendali individu dalam struktur perusahaan. Hal ini mengacu pada definisi dalam regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.
Ringkasnya, “Tidak terdapat pengendali individu yang memenuhi persyaratan sebagai Pemilik Manfaat dari Perseroan,” tulis manajemen ASII dalam dokumen keterbukaan informasi dikutip Selasa (12/5/2026).
Struktur kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris juga relatif stabil. Komisaris Prijono Sugiarto tercatat memiliki 4,12 juta saham atau 0,01%. Direktur Gidion Hasan menggenggam 6,76 juta saham atau 0,02%, sementara Santosa memiliki 7,82 juta saham atau 0,02%.
Ringkasnya, manajemen memastikan seluruh data kepemilikan saham telah disusun sesuai regulasi pencatatan saham yang berlaku, termasuk perhitungan kepemilikan oleh pihak pengendali dan afiliasi.
Ringkasnya, “Perhitungan Free Float telah disajikan sesuai dengan Peraturan Pencatatan Bursa Nomor I-A dan/atau I-V,” tegas manajemen ASII dalam laporannya.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

