Ringkasnya, investor asing mulai kembali memperhatikan pasar saham Indonesia seiring membaiknya sejumlah kebijakan domestik.
Sementara itu, analis menilai arah suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan harga minyak masih menjadi penentu penting bagi keberlanjutan pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Ringkasnya, hal tersebut disampaikan analis CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) Hadi Soegiarto dan Elizabeth Noviana dalam riset bertajuk Glass Half Full, Not Half Empty yang terbit pada 15 September 2026.
CGSI membukukan investor asing secara bertahap mulai memperhatikan moderasi kebijakan pemerintah Indonesia. Perkembangan tersebut tercermin dari aliran dana asing bersih sebesar USD155 juta pada pekan pertama September 2026.
Meski demikian, perhatian asing terhadap Indonesia masih relatif terbatas. Salah satu penyebabnya adalah bobot Indonesia yang hanya 0,5 persen dalam indeks MSCI APAC ex-Japan pada Agustus 2026, mengalami pelemahan dari 1,2 persen pada Desember 2025.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

