PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dinilai masih berubah menjadi bank besar paling defensif di Indonesia berkat fundamental bisnis yang relatif kuat dibandingkan para pesaingnya.
Dalam catatan risetnya, melansir dari Dow Jones Newswires, Selasa (16/6/2026), analis DBS Group Research mengungkap BCA memiliki keunggulan dari sisi basis pendanaan yang lebih kuat, terutama ditopang oleh rasio dana murah atau current account and savings account (CASA) yang menjadi salah satu yang tertinggi di industri perbankan.
CASA adalah metrik penting yang mencerminkan kemampuan bank menghimpun dana berbiaya rendah, alhasil mendukung profitabilitas.
Meski pertumbuhan kredit BCA dalam lima bulan pertama 2026 tercatat lebih lambat dibandingkan panduan perusahaan, kinerja perseroan masih menunjukkan ketahanan. Hal ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (noninterest income), terutama dari peningkatan aktivitas valuta asing dan perdagangan.
Ringkasnya, dBS menilai kemampuan BCA dalam menjaga margin dan profitabilitas masih cukup kuat, berkat struktur biaya dana yang rendah.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

