Ringkasnya, pT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan periode Kontrak Berjangka Saham yang berlaku pada Juni 2026. Penetapan tersebut mengacu pada Peraturan Perdagangan BEI Nomor II-E tentang Perdagangan Kontrak Berjangka.
Dalam pengumuman No. Peng-00091/BEI.POP/05-2026 yang dikutip Sabtu (30/5/2026) WIB, BEI menyatakan daftar kontrak berjangka saham baru untuk periode Agustus 2026, kontrak yang jatuh tempo pada Mei 2026, serta kontrak yang tetap berlaku pada Juni 2026.
BEI menetapkan 10 kontrak berjangka saham baru untuk Agustus 2026. Kontrak tersebut meliputi AMRTQ6 atau AMRT Futures Agustus 2026 dengan harga Rp1.150 per saham, ANTMQ6 senilai Rp2.900, ASIIQ6 Rp5.000, BBCAQ6 Rp5.700, BBRIQ6 Rp2.950, BMRIQ6 Rp4.080, BRPTQ6 Rp1.940, INDFQ6 Rp6.925, MDKAQ6 Rp2.590, dan TLKMQ6 Rp3.030.
Ringkasnya, pada saat yang sama, 10 kontrak berjangka saham periode Mei 2026 dinyatakan jatuh tempo. Kontrak tersebut terdiri atas AMRTK6, ANTMK6, ASIIK6, BBCAK6, BBRIK6, BMRIK6, BRPTK6, INDFK6, MDKAK6, dan TLKMK6.
Untuk periode Juni 2026, total terdapat 30 kontrak berjangka saham yang aktif. Sebanyak 20 kontrak berstatus tetap, sementara 10 kontrak lainnya adalah kontrak baru.
Kontrak berstatus masih meliputi AMRTM6, AMRTN6, ANTMM6, ANTMN6, ASIIM6, ASIIN6, BBCAM6, BBCAN6, BBRIM6, BBRIN6, BMRIM6, BMRIN6, BRPTM6, BRPTN6, INDFM6, INDFN6, MDKAM6, MDKAN6, TLKMM6, dan TLKMN6.
Ringkasnya, pengumuman itu ditandatangani secara elektronik pada 29 Mei 2026 oleh Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan, Pande Made Kusuma Ari, serta Kepala Unit Pengelolaan Data Efek dan Parameter Perdagangan, Rendy Ridwansyah.
Investor dapat memantau rincian lengkap kontrak berjangka saham tersebut melalui laman resmi bursa. Rendy menekankan bahwa dokumen ini sah secara elektronik meskipun tidak menggunakan tanda tangan basah. BEI juga bertanggung jawab penuh atas seluruh data dan informasi yang disampaikan dalam pengumuman tersebut.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

