Jakarta, CNBC Indonesia — Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas secara resmi telah berubah nama menjadi Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia (BSI). Ini adalah bagian dari kerja sama naming rights antara PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menuturkan pemilihan Dukuh Atas didasari oleh keberadaannya sebagai pusat integrasi transportasi publik yang menghubungkan berbagai moda, mulai dari LRT hingga KRL Commuter Line. "BSI ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Dukuh Atas adalah tempat orang bekerja, berkarya, dan mencari rezeki.
Ringkasnya, di situlah kami ingin Bank Syariah Indonesia hadir," ujar Anggoro selepas Launching Statius LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, Jumat (22/5/2026). Tidak hanya memperkuat branding perusahaan, BSI ingin mendorong literasi keuangan syariah melalui kawasan transit publik.
Bank syariah terbesar RI itu salah satunya diproyeksikan menggelar layanan tabungan emas yang membidik kalangan muda dan pekerja perkotaan. "Kami berharap dengan stasiun ini, banyak masyarakat yang menggunakan stasiun ini, anak-anak muda, mereka mulai menabung emas. Karena emas adalah instrumen yang kebal terhadap situasi.
Saat Covid-19, saat krisis moneter, emas tetap bertahan," tegas Anggoro. Dengan strategi naming rights ini, BSI membidik jumlah penabung emas bisa menembus dua juta nasabah pada tahun berjalan.
Anggoro merasa optimistis jumlah itu bisa meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Dukuh Atas. "Tahun berjalan kami targetkan menjadi dua juta penabung emas," kata Anggoro. Direktur Utama Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, Fuad I.Z.
Fachroeddin mengungkap keputusan BSI mengambil naming rights ini adalah langkah strategis. Sebab, Stasiun Dukuh Atas adalah titik destinasi utama bagi dua lintas utama LRT Jabodebek, yaitu rute Cibubur-Dukuh Atas dan Bekasi-Dukuh Atas. "Stasiun ini bukan hanya stasiun transit, tetapi juga destinasi utama perjalanan LRT Jabodebek.
Nama Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia akan terus terdengar dalam setiap voice announcement perjalanan kereta dari 18 stasiun yang ada," ujar Fuad. Fuad memaparkan hingga 20 Mei 2026, jumlah pengguna LRT Jabodebek sudah menembus 12,4 juta pelanggan.
Dengan demikian, keberadaan branding BSI di kawasan transit dinilai memiliki nilai strategis yang kuat. Selain itu, MITJ juga telah mengimplementasikan berbagai elemen penamaan baru.
Mulai dari pemasangan 147 totem, 118 peta transportasi, 268 wayfinding signage, 294 signage pada platform screen door, hingga informasi jalur di 31 rangkaian kereta LRT Jabodebek. Pada kesempatan yang sama, Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi PT Kereta Api Indonesia, I Gede Darmayusa, menuturkan kerja sama naming rights ini adalah bagian dari transformasi bisnis KAI untuk memperkuat sumber pendapatan non-tiket atau non-fare box. "Kami tidak bisa hanya mengandalkan bisnis penumpang.
Banyak aset yang dapat dimaksimalkan alhasil hasil pendapatannya bisa kembali diinvestasikan untuk modernisasi sarana, prasarana, keselamatan, dan kenyamanan penumpang," tuturnya. Gede mengungkap KAI kini melihat penumpang sebagai aset strategis yang menciptakan perputaran ekonomi di kawasan stasiun.
Oleh karenanya, KAI ingin menjadikan stasiun tidak hanya sebagai tempat transit, tapi juga pusat aktivitas masyarakat. "Kami ingin stasiun berubah menjadi destinasi. Orang datang bukan hanya untuk mengalami kenaikan mengalami pelemahan kereta, tetapi juga untuk berkumpul, bekerja, hingga beraktivitas," ucap Gede.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

