PT Bank Syariah Indonesia (BSI) membidik penyaluran kredit program perumahan atau KPP bernilai Rp350,7 miliar di Nusa Tenggara Barat (NTB) seiring tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan rumah berbasis syariah. Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta menuturkan pihaknya telah menyalurkan kredit perumahan di NTB sebesar Rp44 miliar kepada 110 nasabah hingga April 2026. "Kami sudah mengidentifikasi potensi pembiayaan menyentuh Rp350,7 miliar baik dari sisi demand maupun supply," ujar dia dalam sosialisasi pembiayaan perumahan di Mataram, NTB, Selasa.
Bob menuturkan pembiayaan kredit program perumahan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh hunian layak, tetapi juga memperkuat kapasitas UMKM di sektor perumahan dan konstruksi. Per 19 Mei 2026, BSI membukukan ada 769 calon nasabah yang berminat mengajukan pembiayaan kredit program perumahan dengan total nilai kredit sebanyak Rp315 miliar. "Angka itu menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pembiayaan program perumahan berbasis hunian, secara bersamaan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan program," kata Bob.
Ia berharap kredit program perumahan tidak hanya berubah menjadi solusi pembiayaan, tetapi juga berubah menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia. (end/ant)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

