Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big cap) berubah menjadi pemberat utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan perdagangan terakhir.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup terkoreksi di level 6.518,12 atau turun 0,06 persen pada perdagangan Jumat (28/8/2026) lalu. Dengan demikian, sepanjang pekan ini IHSG terkoreksi 0,12 persen.
Berdasarkan data perdagangan, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berubah menjadi pemberat terbesar IHSG sesudah harga sahamnya merosot 6,57 persen sepanjang pekan ke Rp14.575 per unit, dengan kontribusi negatif senilai 16,70 poin terhadap pergerakan indeks.
Berikutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 1,24 persen ke Rp3.190 per unit dan membebani IHSG sebesar 5,84 poin.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga masuk deretan saham pemberat sesudah terkoreksi 6,94 persen berubah menjadi Rp1.340 per unit, dengan kontribusi negatif senilai 3,90 poin terhadap IHSG.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

