Ringkasnya, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berada dalam fase neutral to bullish pada pekan pertama September 2026. Laju indeks didukung tren pemulihan domestik, kepastian suksesi kepemimpinan Bank Indonesia (BI), hingga kuatnya fundamental kinerja emiten nasional.
Ringkasnya, equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah menjelaskan, secara fundamental, prospek pergerakan indeks memasuki September masih tergolong konstruktif.
“IHSG juga telah membukukan back-to-back rally dengan penguatan 4,52 persen secara bulanan sepanjang Agustus, memperkuat struktur uptrend jangka panjang. Sementara itu, investor tetap perlu mewaspadai risiko dari kebijakan The Fed yang lebih hawkish, potensi tekanan foreign flow, rebalancing indeks global, serta seasonality September yang secara historis cenderung lebih rentan terhadap pelemahan,” ujar Hari dalam risetnya, Senin (31/8/2026).
Berdasarkan analisis teknikal, IHSG yang telah menembus resistance 6.454 berpotensi menjadikan level tersebut sebagai area support jangka pendek. Ujian berikutnya berada pada resistance 6.537 yang adalah level Fibonacci retracement 0,5.
Jika indeks mampu terangkat dan bertahan di atas 6.537, peluang reli menuju area 6.822 yang adalah Fibonacci retracement 0,618 semakin terbuka. Sebaliknya, jika support 6.454 jebol, indeks berisiko terkoreksi untuk menguji area kunci 6.243 yang adalah titik EMA50.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

