PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) kembali mengucurkan pinjaman senilai Rp6,85 miliar kepada anak usahanya, PT Bara Makmur Dwitama (BMD), pada tanggal 13 Juli 2026. Dana tersebut digunakan BMD untuk kebutuhan modal kerja pembelian batubara.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI, Selasa 14 Juli 2026, Direksi DAAZ menuturkan, dengan pinjaman tersebut, maka total dana yang diberikan ke BMD naik ke Rp105 miliar, dari sebelum itu sebesar Rp98,15 miliar..
Berdasarkan Direksi, dana yang dipinjamkan Perseroan kepada BMD berasal dari hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan I DAAZ Tahun 2025. Pinjaman ini sesuai dengan rencana penggunaan dana obligasi. “BMD dikenakan bunga senilai 8,85% per tahun dengan jangka waktu 370 hari sejak tanggal perjanjian pinjaman,” tulis Direksi DAAZ dalam laporannya.
Hingga kuartal I 2026, DAAZ berhasil membukukan pendapatan bersih senilai Rp3,55, mengalami kenaikan 15,56%, dari Rp3,07 triliun pada periode sama 2025. Kontributor terbesar pendapatan DAAZ pada Januari-Maret 2026 bdari penjualan bahan bakar solar yakni senilai Rp1,989 triliun.
Pertumbuhan pendapatan disertai kenaikan pos beban pokok pendapatan, beban usaha, serta beban keuangan. Akibatnya, laba bersih emiten perdagangan komoditas ini mengalami pelemahan 13,36% berubah menjadi Rp83,95 miliar pada kuartal I 2026, dibandingkan Rp96,90 miliar pada kuartal I 2025.
Sekedar informasi, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) adalah Perusahaan yang didirikan pada tahun 2009 dan bergerak di bidang perdagangan komoditas, yang berfokus pada mineral. Melalui entitas anak, DAAZ telah memperluas bisnis ke layanan pengiriman dan pertambangan untuk menyediakan solusi komprehensif dalam rantai perdagangan industri mineral.
Ringkasnya, bisnis utama Daaz Barata Lestari (DAAZ) meliputi perdagangan bijih nikel, perdagangan bahan bakar, perdagangan batu bara, pengiriman barang, dan jasa pertambangan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

