PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) memutuskan untuk menyalurkan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 19 Mei 2026. Rapat ini dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 14,56 miliar saham atau 65,078% dari seluruh saham yang sah.
Emiten penyedia infrastruktur konektivitas ini akan membagikan dividen total Rp894,96 juta. Nilai ini setara dengan 3,65% dari laba tahun berjalan entitas induk tahun 2025. Nantinya, setiap pemegang saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp0,04 per saham.
“Menetapkan pembagian dividen senilai Rp894.964.476,- atau sekitar 3,65% dari laba tahun berjalan entitas induk yang diproyeksikan dibagikan dalam bentuk dividen tunai kepada Para Pemegang Saham,” tulis manajemen dalam risalah rapat tersebut.
Selain untuk dividen, perusahaan mengalokasikan Rp800 juta sebagai dana cadangan. Sisa laba bersih tahun 2025 diproyeksikan dicatat sebagai laba ditahan atau retained earnings untuk memperkuat modal perusahaan.
Bagi Anda yang ingin mencicipi dividen ini, cermati jadwal lengkapnya:
Ringkasnya, dalam rapat yang sama, pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan mengesahkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025. Laporan tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Suharli, Sugiharto & Rekan dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Ringkasnya, tidak hanya soal dividen, RUPST INET kali ini juga membawa agenda perombakan pengurus. Rapat menyetujui pengunduran diri Willy Unsulangi dari jabatan Direktur dan Tongam Lumban Tobing sebagai Komisaris.
Sebagai gantinya, perusahaan mengangkat sejumlah nama baru. Menariknya, Saripudin yang sebelum itu menjabat sebagai Komisaris Utama, kini berpindah posisi menjadi Direktur. Sementara itu, posisi Komisaris Utama kini diisi oleh Kemal Akbar.
Ringkasnya, berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi INET:
Arki Rifazka, Senior Vice President Corporate Secretary INET, mengungkap perusahaan juga melaporkan realisasi penggunaan dana hasil aksi korporasi. Laporan ini mencakup penggunaan dana dari penawaran umum perdana saham (IPO), konversi waran seri I, penambahan modal (PMHMETD I), hingga penerbitan obligasi dan sukuk ijarah tahun 2026.
Sementara itu, untuk agenda ini tidak dilakukan pengambilan keputusan karena hanya bersifat laporan.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

