PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, menekankan dukungannya terhadap perkembangan industri domestik dengan memastikan penggunaan suku cadang mesin operasional dari hasil produksi dalam negeri.
Sepanjang 2025 lalu, misalnya, produsen semen berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu membukukan nilai transaksi belanja suku cadang lokal sebesar Rp809 miliar.
Nilai transaksi tersebut meningkat tipis sebesar 2,79 persen dibanding realisasi pembelanjaan pada tahun sebelum itu, yang tercatat sebesar Rp787 miliar, dan bahkan meningkat hingga 164,3 persen dari baseline 2020 sebesar Rp306 miliar.
"Langkah ini secara bersamaan menjadi strategi kunci kami dalam memperkuat rantai pasok nasional dan efisiensi operasi di tengah tekanan industri bahan bangunan," ujar Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, dalam keterangan resminya, Jumat (1/5/2026).
Demi mendukung peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) secara berkelanjutan, menurut Vita, pihaknya secara aktif menjalankan pengembangan komponen suku cadang melalui kegiatan Research and Development (R&D) bersama mitra industri dan pelaku UKM dalam negeri. Hal tersebut dilakukan untuk terus meningkatkan kapasitas produksi, inovasi teknologi, serta daya saing produk dalam negeri.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

