Ringkasnya, pengusaha asal Kalimantan Andi Syamsuddin Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam dikabarkan tengah menjajaki akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan nilai sekitar USD3 miliar.
Melansir Bloomberg, Rabu (9/9/2026), entitas yang dikendalikan Haji Isam telah mengajukan penawaran tunai untuk mengambil alih sekitar 62 persen saham Bayan Resources. Penawaran tersebut disebut jauh di bawah nilai pasar saham BYAN kini.
Ringkasnya, bloomberg mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. Nilai tawaran sekitar USD3 miliar atau setara Rp52,58 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.525 per USD.
Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar Bayan Resources kini menyentuh sekitar USD26 miliar atau Rp455,65 triliun. Dengan porsi saham yang menjadi objek transaksi sekitar 62 persen, nilai pasar kepemilikan tersebut menyentuh sekitar USD16,12 miliar atau Rp282,50 triliun.
Dengan demikian, tawaran USD3 miliar tersebut hanya setara sekitar 18,6 persen dari nilai pasar 62 persen saham BYAN yang diproyeksikan diakuisisi. Secara hitungan kasar, transaksi itu mengimplikasikan harga sekitar Rp2.550 per saham, jauh di bawah harga pasar BYAN.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

