Kinerja pasar saham Indonesia selama periode perdagangan 11–13 Mei 2026 ditutup di zona negatif. Seluruh indikator utama di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,53% menjadi 6.723,320 dari posisi pekan sebelum itu di level 6.936,396.
Kapitalisasi pasar BEI juga menyusut 4,68% menjadi Rp11.825 triliun, turun dari Rp12.406 triliun pada pekan sebelum itu. Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasar terkoreksi sekitar Rp581 triliun dalam sepekan.
Rata-rata frekuensi transaksi harian tercatat turun 0,56% menjadi 2,53 juta kali transaksi, dibandingkan 2,55 juta kali transaksi pada periode sebelum itu.
Penurunan lebih tajam berlangsung pada rata-rata nilai transaksi harian yang merosot 18,78% menjadi Rp18,82 triliun dari Rp23,05 triliun.
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian turun 22,01% menjadi 35,76 miliar saham dari 45,86 miliar saham pada pekan sebelum itu.
Pada perdagangan hari ini, investor asing membukukan lepas bersih (net sell) sebesar Rp1,531 triliun. Aksi pelepasan saham oleh investor global tersebut masih menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan pasar.
Secara akumulatif sejak awal 2026, investor asing telah membukukan nilai lepas bersih sebesar Rp40,823 triliun. Kondisi ini mencerminkan bahwa pasar modal Indonesia masih menghadapi tekanan dari arus keluar dana asing.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

