Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Rabu (13/5/2026) ditutup di posisi 6.734,537, kembali ambruk 124,362 poin atau tergerus 1,81%. Penurunan ini dipicu oleh harga saham 398 emiten yang berakhir terkoreksi, sementara sebanyak 262 saham ditutup terangkat dan 150 saham tidak mengalami perubahan harga pada sesi pertama, Rabu (13/5/2026).
Sebanyak Sembilan indeks sektor ditutup terkoreksi antara 0,52% sampai dengan 3,86% pada sesi I, Rabu (13/5/2026). IDXBASIC mengalami penurunan terbesar yaitu 3,86%. Disusul IDXINFRA turun 3,05% dan IDXCYCLIC turun 2,04%. Sementara IDXTRANS dan IDXINDUST naik masing-masing 3,36% dan 1,84%.
Harga sejumlah saham yang terkoreksi di sesi pertama hari ini, di antaranya, BBCA turun 0,82% jadi Rp6.075 per saham. ASII turun 0,85% jadi Rp5.800, UNVR tertekan 1,11% jadi Rp1.780, BBRI turun 2,80% jadi Rp3.130, BREN turun 8,31% jadi Rp3.310, DSSA turun 10,30% jadi Rp1.045, KEUNTUNGAN turun 11,11% jadi Rp840, AMMN turun 11,30% jadi Rp3.610 dan TPIA turun 14,26% ke harga Rp4.330 per saham.
Sementara harga saham BUMI naik 2,83% jadi Rp218 per saham. DEWA naik 4,64% jadi Rp496, BDMN naik 0,23% jadi Rp4.400, BNBR naik 15,38% jadi Rp180, TLKM naik 0,34% jadi Rp2.960, dan GGRM naik 2,11% ke harga Rp16.975 per saham.
Sementara itu, total volume perdagangan saham di BEI pada sesi I, Rabu (13/5/2026) menyentuh 26.134 miliar lembar saham bernilai Rp10,278 triliun dengan frekuansi transaksi sebanyak 1.476.357 kali.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

