Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI) diestimasi berpeluang mengalami rebound teknis pada perdagangan Selasa (12/5/2026), dengan target menuju level 6.950.
Sementara itu, peluang penguatan tersebut dinilai masih bersifat terbatas. Investor disarankan memanfaatkan kenaikan indeks untuk menjalankan aksi ambil untung, mengingat tren pelemahan masih berpotensi berlanjut.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP®, menuturkan IHSG berpotensi terangkat dalam jangka pendek, tetapi tetap rentan terhadap tekanan lepas.
“IHSG berpotensi short term technical rebound hari ini ke 6.950, tapi gunakan untuk sell on high karena IHSG masih rentan kembali pelemahan,” ujar Fanny dalam risetnya, Selasa (12/5/2026).
Pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026), IHSG turun 63,78 poin atau 0,92% ke level 6.905,62. Sebanyak 442 saham terkoreksi, 251 saham terangkat, dan 125 saham ditutup stagnan.
Tekanan lepas investor asing masih mendominasi pasar. Di pasar reguler, investor asing membukukan lepas bersih (net foreign sell) sebesar Rp659 miliar.
Ringkasnya, saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain BMRI, DSSA, BRPT, BBRI, dan TPIA.
Menurut BNI Sekuritas, level support IHSG berada di kisaran 6.650–6.850, sementara resistance berada pada rentang 6.950–7.050.
Ringkasnya, selain proyeksi indeks, Fanny juga merekomendasikan enam saham yang dinilai menarik untuk diperdagangkan hari ini, yaitu BUMI, AADI, BULL, HRTA, WIFI, dan ELSA.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi saham BNI Sekuritas selengkapnya:
Ringkasnya, 1. BUMI – Speculative Buy
Ringkasnya, 2. AADI – Speculative Buy
Ringkasnya, 3. BULL – Speculative Buy
Ringkasnya, 4. HRTA – Speculative Buy
Ringkasnya, 5. WIFI – Buy on Weakness
Ringkasnya, 6. ELSA – Speculative Buy
Disclaimer: Artikel ini disajikan semata-mata untuk tujuan informasi dan bukan adalah ajakan untuk membeli atau melepas saham. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

