Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi pada perdagangan Senin (11/5/2026). IHSG turun 63,78 poin atau 0,92% ke level 6.905,62.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 442 saham terkoreksi, 251 saham terangkat, dan 125 saham stagnan. Investor asing membukukan aksi lepas bersih (net foreign sell) bernilai Rp659 miliar di pasar reguler.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menjelaskan tekanan lepas investor asing masih mendominasi perdagangan. Sentimen pasar sempat membaik setelah pemerintah menunda rencana kenaikan tarif royalti tambang. Sementara itu, pasar kembali tertekan setelah pemerintah memastikan penyesuaian royalti tetap berlaku mulai Juni 2026.
“Secara teknikal, IHSG masih menguji area support penting di kisaran 6.850–6.960. Selama level tersebut bertahan, peluang rebound masih terbuka. Sementara itu, jika ditembus, risiko pelemahan lanjutan akan meningkat,” ujar Reza dalam risetnya.
Ringkasnya, untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham – saham berikut:
Ringkasnya, secara teknikal, PANI kembali menguji area support 8.225–8.475. Selama bertahan di atas level tersebut, saham ini berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance 8.850–9.250.
PANI membukukan laba bersih Rp578,33 miliar pada kuartal I-2026, meroket sekitar 1.000% dibanding Rp49,57 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya.
Ringkasnya, trading Plan (Swing Trade):
PNLF berhasil menembus resistance penting di level 268. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, saham ini berpotensi terangkat menuju resistance 280–286.
Pada kuartal I-2026, Panin Financial membukukan laba bersih Rp814 miliar, meningkat 84,5% dibanding Rp441 miliar pada periode serupa tahun 2025.
Ringkasnya, trading Plan (Day Buy):
Ringkasnya, rAJA sedang mengalami pullback dengan area support di kisaran 3.880–4.110. Selama bertahan di atas level tersebut, saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance 4.400–4.670.
Laba bersih RAJA pada kuartal I-2026 meningkat 14% menjadi US$10,5 juta atau sekitar Rp168 miliar.
Ringkasnya, trading Plan (Swing Trade):
Ringkasnya, secara teknikal, DSSA masih berada dalam tren bearish. Saham ini berpotensi bergerak menuju area support berikutnya di kisaran 1.170–850.
Dalam sepekan terakhir, investor asing membukukan net sell sebesar Rp132 miliar di pasar reguler.
Disclaimer: Artikel ini disajikan semata-mata sebagai informasi dan bukan ajakan untuk membeli atau melepas saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Selalu lakukan riset secara mandiri sebelum berinvestasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

