Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada Jumat (29/5/2/26), dengan saham-saham bank besar berubah menjadi pemberat utama pasar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi tipis 0,05 persen ke level 6.127,38 hingga penutupan pukul 16.00 WIB, setelah sempat terangkat 0,83 persen hingga pre-closing di 15.49 WIB.
Saham-saham bank besar, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mengalami pelemahan tajam 4,60 persen ke Rp5.700 per unit, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang terkoreksi 3,91 persen berubah menjadi Rp2.950 per unit, hingga emiten Grup Barito PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang tergelincir 6,05 persen ke Rp1.785 per unit, berubah menjadi laggard utama indeks hari ini.
Menariknya, saham-saham Grup Barito lainnya malah terbang tinggi, kendati beberapa di antaranya keluar dari indeks MSCI. Sebut saja, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (KEUNTUNGAN) yang mengenai auto rejection atas (ARA) 25 persen.
Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) pun tak akan kalah, meroket 12,58 persen.
Nilai transaksi menyentuh Rp48,35 triliun, tergolong jumbo seiring efektifnya rebalancing indeks global MSCI pada penutupan pasar. Sementara, volume perdagangan 43,05 miliar saham.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

