Di tengah tekanan yang membayangi pasar saham sepanjang April 2026, sejumlah emiten justru membukukan reli harga yang mencolok.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terkoreksi sekitar 1,30 persen sepanjang bulan lalu dan ditutup di level 6.956,80 pada Kamis (30/4/2026).
Pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen negatif, mulai dari isu MSCI, memanasnya konflik geopolitik Amerika Serikat (AS)-Iran yang mendorong harga minyak, hingga depresiasi rupiah yang mengenai kisaran Rp17.370 per USD.
Tekanan semakin terasa seiring derasnya arus dana asing keluar, di mana investor asing membukukan aksi lepas bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp17,72 triliun sepanjang April.
Ringkasnya, meski demikian, pergerakan indeks yang lesu tidak menghalangi reli tajam di sejumlah saham.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

