Pasar saham Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan sesudah mengalami tekanan signifikan pada Mei 2026.
CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) menilai pelemahan tajam tersebut telah membawa valuasi saham ke level terendah dalam 15 tahun, sementara sejumlah katalis positif mulai membuka peluang bagi kebangkitan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Berdasarkan riset analis CGSI Hadi Soegiarto dan Elizabeth Noviana yang diterbitkan 10 Juni 2026, IHSG membukukan salah satu penurunan bulanan terdalam pada Mei 2026 dengan pelemahan sekitar 12 persen.
Penurunan tersebut dipicu oleh aksi lepas besar-besaran investor setelah muncul sejumlah perubahan kebijakan pemerintah. Investor disebut memilih keluar dari pasar karena masih menunggu kejelasan terkait implementasi kebijakan tersebut.
Selain itu, konflik berkepanjangan Iran turut menyalurkan tekanan lebih besar dari perkiraan terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

