Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diproyeksikan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global mulai dari data produksi industri China hingga keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ).
Di tengah periode perdagangan yang lebih singkat karena libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, pelaku pasar juga diproyeksikan mencermati arah pergerakan teknikal IHSG yang masih berada dalam fase penentuan tren.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi menuturkan, investor perlu memperhatikan meluncurkan data Industrial Production China yang akan menjadi indikator penting untuk mengukur kekuatan pemulihan ekonomi dan aktivitas manufaktur negara tersebut.
Data tersebut dinilai sangat relevan bagi Indonesia mengingat China adalah mitra dagang utama secara bersamaan tujuan ekspor nonmigas terbesar nasional.
Perbaikan aktivitas ekonomi China berpotensi menyalurkan sentimen positif terhadap emiten-emiten berbasis komoditas dan sektor yang memiliki eksposur ekspor ke Negeri Tirai Bambu.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

