Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Selasa (30/6/2026) masih begerak di zona merah. Tekanan lepas yang berlangsung sejak awal perdagangan membuat IHSG turun tajam hingga lebih dari 2%.
Seluruh indeks sektor ditutup mengalami pelemahan senilai 0,19% sampai dengan 4,30%. IDXBASIC mengalami penurunan terbesar yaitu 4,30%. Disusul IDXENERGY mengalami pelemahan 3,31%, IDXINDUST mengalami pelemahan 2,67%, dan IDXINFRA mengalami pelemahan 2,44%.
Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 12.00 WIB, IHSG ditutup pada level 5.679,752, merosot 141,037 poin amblas 2,42% dibandingkan penutupan sebelum itu. Sepanjang sesi I, IHSG bergerak di kisaran 5.638,574 hingga 5.811,669. Dibuka terkoreksi di level 5.801,454, IHSG siang sempat mengenai level terendah 5.638,574.
Aktivitas perdagangan terbilang ramai. Volume transaksi menyentuh 12,430 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,522 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 903.131 kali.
Tekanan lepas mendominasi pasar. Sebanyak 583 saham terkoreksi, hanya 99 saham terangkat, sementara 110 saham ditutup stagnan. Kondisi tersebut mencerminkan sentimen negatif yang masih membayangi pergerakan pasar saham domestik pada perdagangan siang ini.
Saham-saham yang terkoreksi di sesi I Selasa (30/6/2026) adalah TLKM turun 1,24% jadi Rp2.380 per saham. ASII turun 3,61% jadi Rp4.540, BBCA turun 3,38% jadi Rp5.725, BMRI turun 1,52% jadi Rp3.880, BBRI turun 2,11% jadi Rp2.780, dan BBNI turun 1,84% ke harga Rp3.200 per saham.
Selain itu, harga saham TPIA mengalami pelemahan 3,22% jadi Rp1.655 per saham. ANTM mengalami pelemahan 3,31% jadi Rp2.630, DSSA mengalami pelemahan 1,21% jadi Rp815, BUMI mengalami pelemahan 3,55% jadi Rp136, PTRO mengalami pelemahan 3,98% jadi Rp3.620, BREN mengalami pelemahan 4,38% jadi Rp3.060, dan MDKA mengalami pelemahan 4,56% ke harga Rp2.510 per saham.
Sementara harga saham PEGE naik 34,29% jadi Rp141 per saham. AYLS naik 28,99% jadi Rp178, MGNA naik 20% jadi Rp96, BOBA naik 17,07% jadi Rp288, ENAK naik 15,71% jadi Rp324, dan MSKY naik 13,79% ke harga Rp66 per saham.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

