PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) telah menyerap dana hasil pelaksanaan Waran Seri I sebesar Rp101,47 miliar hingga periode 30 Juni 2026. Realisasi ini menyentuh 88,92% dari total dana yang didapat perusahaan.
Berdasarkan laporan yang disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), emiten jasa keamanan siber ini memperoleh dana senilai Rp114,12 miliar dari pelaksanaan 570.631.202 Waran Seri I. Adapun harga pelaksanaan waran tersebut dipatok Rp200 per unit.
Ringkasnya, presiden Direktur CYBR, Patrick Rudolf Dannacher mengutarakan, laporan ini merujuk pada Peraturan OJK Nomor 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
โBersama ini kami sampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Pelaksanaan Waran Seri I berubah menjadi saham PT ITSEC ASIA Tbk untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026,โ tulis Patrick dalam suratnya.
Rincian penggunaan dana tersebut terbagi ke dalam dua kategori besar. Pertama, untuk modal kerja sebesar Rp88,30 miliar. Dari sub-jumlah rencana modal kerja bernilai Rp98,14 miliar, serapan dana menyentuh 89,97%.
Dana modal kerja ini digunakan untuk rekrutmen tim baru dan biaya operasional sebesar Rp12,46 miliar. Selain itu, pengembangan tim cybersecurity di Indonesia, Singapura, dan Australia menelan dana Rp10,88 miliar. Perusahaan juga membiayai proyek jangka panjang di berbagai sektor bernilai Rp11,46 miliar.
Penggunaan modal kerja lainnya meliputi biaya pemasaran Rp7,44 miliar, akreditasi kantor dan sertifikasi profesional Rp635,92 juta, serta ekspansi R&D produk cybersecurity senilai Rp42,27 miliar. Sisanya digunakan untuk pelatihan tim R&D Rp695,11 juta dan sewa kantor Noble House lantai 11 senilai Rp2,43 miliar.
Kedua, belanja modal (capex) yang terealisasi sebesar Rp13,17 miliar dari rencana Rp15,97 miliar. Penggunaan dana capex ini mencakup renovasi kantor dan pembelian peralatan laptop di tiga negara bernilai Rp6,33 miliar.
Ringkasnya, peningkatan fasilitas Security Operations Center (SOC) di BSD menyerap Rp1,69 miliar. Terakhir, penambahan peralatan laboratorium cybersecurity, laboratorium keamanan OT, dan laboratorium forensik digital menghabiskan Rp5,15 miliar.
Kini, sisa dana hasil pelaksanaan Waran Seri I CYBR tercatat sebesar Rp12,64 miliar. Seluruh sisa dana tersebut ditempatkan pada instrumen giro di sembilan bank berbeda.
Beberapa bank tempat penempatan dana tersebut antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp4,52 miliar, CIMB Bank Berhad Rp2,47 miliar, dan United Overseas Bank Ltd Rp2,78 miliar.
Ringkasnya, dana juga ditempatkan di PT Bank CIMB Niaga Tbk Rp1,76 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rp1,74 miliar, serta beberapa bank lainnya dengan tingkat bunga berkisar 2,08% hingga 2,25%.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

