PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) mencetak kinerja impresif pada awal 2026, seiring masih tingginya harga komoditas timah. Emiten bagian dari MIND ID tersebut membukukan laba bersih Rp1,5 triliun, naik tajam dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebesar Rp117 miliar.
Pendapatan perseroan meningkat 160,5 persen dari Rp2,10 triliun menjadi Rp5,47 triliun. Reli pendapatan tersebut ditopang oleh kenaikan volume penjualan secara bersamaan harga lepas rata-rata (ASP) logam timah.
Selain itu, profitabilitas juga ikut terterek naik. EBITDA melejit 450,84 persen menjadi Rp2,1 triliun. Laba usaha tercatat sebesar Rp1,88 triliun, meningkat dari sebelum itu Rp150 miliar. Adapun laba bersih menyentuh Rp1,5 triliun, setara 595 persen dari target awal Rp252 miliar untuk kuartal I-2026.
Nilai aset TIMAH juga naik 11,62 persen menjadi Rp15,23 triliun. Liabilitas tetap terjaga dengan kenaikan 1 persen menjadi Rp5,27 triliun dan ekuitas meningkat 18,40 persen menjadi Rp8,41 persen, sejalan dengan reli kinerja bottom line.
Ringkasnya, posisi keuangan perseroan juga solid, tercermin dari sejumlah rasio seperti Quick Ratio 105,1 persen, Current Ratio 276,1 persen, Debt to Asset Ratio 6,9 persen, dan Debt to Equity Ratio 10,6 persen.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

