PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menerangkan salah satu obligasi milik PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan jatuh tempo pada Oktober 2026.
Obligasi yang dimaksud adalah Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2023 Seri A dengan nilai pokok Rp468 miliar yang diproyeksikan jatuh tempo pada 19 Oktober 2026.
Baca Juga: Investor Tinjau Saham Konsentrasi Tinggi Terbaru Juli 2026! 14 Saham Masih HSC Di BEI
Analis Pefindo Jono Syafei dan Naomi Sihombing menyatakan, Summarecon Agung telah menyiapkan dana internal untuk memenuhi kewajiban tersebut.
Ringkasnya, "Perusahaan berencana melunasi instrumen utang yang jatuh tempo menggunakan dana internal," tulis Jono Syafei dan Naomi Sihombing dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2026).
Per 31 Maret 2026, Summarecon Agung memiliki saldo kas dan setara kas sebesar Rp3,9 triliun, alhasil dinilai memiliki likuiditas yang memadai untuk memenuhi kewajiban obligasi yang akan jatuh tempo.
Sebagai informasi, Obligasi Berkelanjutan IV Summarecon Agung Tahap II Tahun 2023 mulai didaftarkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Oktober 2023 dengan total nilai emisi Rp900 miliar.
Baca Juga: Rekomendasi Saham Hari Ini (10/7): ANTM, BUVA, dan BUMI Berpeluang Terangkat
Ringkasnya, obligasi tersebut terdiri atas dua seri, yakni:
Pefindo menyalurkan peringkat idA+ kepada Obligasi Berkelanjutan IV Summarecon Agung Tahap II Tahun 2023.
Ringkasnya, peringkat tersebut mencerminkan kemampuan emiten yang kuat dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang, meski lebih rentan terhadap perubahan kondisi bisnis dan ekonomi dibandingkan perusahaan dengan peringkat yang lebih tinggi.
Ringkasnya, dalam penerbitan obligasi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

