PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menetapkan menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp82,54 miliar atau Rp5 per saham untuk tahun buku 2025. Besaran dividen tersebut ekuivalen dengan 10,8 persen dari laba bersih yang menyentuh Rp767 miliar.
Ringkasnya, harga saham SMRA pada penutupan perdagangan Kamis (11/6/2026) berada di level Rp290. Dengan begitu, indikasi imbal hasil atas dividen (dividend yield) sekitar 1,72 persen mengacu pada harga saham tersebut.
Sepanjang kuartal I-2026, Summarecon membukukan pendapatan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp1,2 triliun, meningkat sebesar 37 persen jika dibandingkan periode serupa di 2025. Momentum ini menguatkan langkah perseroan untuk membidik target marketing sales sebesar Rp5,2 triliun sepanjang tahun berjalan.
Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto P. Adhi menuturkan, capaian positif pada awal tahun berjalan melanjutkan kinerja di sepanjang tahun 2025. Hal ini didukung pengembangan sembilan kawasan kota terpadu di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang.
Pada tahun sebelumnya, Summarecon membukukan marketing sales sebesar Rp5,53 triliun, meningkat 27 persen dibandingkan 2024. Hal ini melampaui target tahun sebelumnya bernilai Rp5 triliun. Pendapatan prapenjualan Summarecon ditopang kuatnya penjualan properti segmen menengah atas.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

