Upaya pemerintah menertibkan aktivitas tambang timah ilegal dinilai berubah menjadi katalis penting bagi PT Timah Tbk (TINS).
Penegakan hukum yang lebih ketat diperkirakan mengembalikan pasokan bijih timah ke jalur resmi, alhasil berpotensi mendongkrak penjualan dan kinerja perseroan dalam beberapa tahun ke depan.
Analis Bahana Sekuritas Jeremy Mikael dalam risetnya mengungkap penertiban tambang ilegal dapat mengalihkan bijih timah yang selama ini keluar dari wilayah konsesi PT Timah menuju penampung ilegal maupun smelter pesaing kembali ke rantai pasok resmi perseroan.
Seiring semakin banyaknya penambang rakyat yang masuk ke jalur legal akibat penegakan hukum pemerintah, PT Timah diestimasi mampu merebut kembali volume penjualan yang hilang.
Ringkasnya, bahana memperkirakan kondisi tersebut mendukung peningkatan penjualan logam timah TINS sepanjang 2026 hingga 2028.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

