PT United Tractors Tbk (UNTR) menerangkan penurunan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional turut menekan kinerja bisnis alat berat perseroan. Hingga Juli 2026, volume penjualan alat berat Komatsu tercatat 2.393 unit, turun 23 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebanyak 3.098 unit.
Sekretaris Perusahaan United Tractors, Ari Setiawan, menuturkan penurunan penjualan tersebut terutama berlangsung pada produk alat berat berukuran besar atau big machine yang digunakan di sektor pertambangan.
"Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan dari penjualan produk big machine di sektor pertambangan senilai 49 persen dikarenakan adanya penurunan kuota RKAB batu bara nasional," kata Ari dalam Public Expose, Senin (7/9/2026).
Meski penjualan alat berat mengalami tekanan, Ari mengungkap bisnis layanan purnajual masih membukukan pertumbuhan. Penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat meningkat 1 persen menjadi Rp5,5 triliun pada semester pertama 2026.
Sementara itu, pada segmen kontraktor penambangan, volume pekerjaan pemindahan tanah atau overburden removal hingga Juli 2026 turun 10 persen menjadi 573 juta bank cubic meter (BCM), dari 637 juta BCM pada periode serupa tahun sebelum itu.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

