Setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam sekitar 35 persen dari puncaknya sepanjang semester I-2026, pasar domestik diperkirakan masih menghadapi tantangan berat pada paruh kedua tahun berjalan.
Ringkasnya, meski valuasi saham telah berada di level yang sangat murah, tekanan dari kenaikan suku bunga, pelemahan rupiah, hingga ketidakpastian arah kebijakan pemerintah dinilai belum sepenuhnya mereda.
Dalam laporan outlook semester II-2026 bertajuk The Best Offense is Defense, Samuel Sekuritas menilai strategi investasi defensif masih berubah menjadi pilihan paling rasional karena belum terlihat katalis yang cukup kuat untuk mendorong pemulihan pasar saham secara berkelanjutan.
Menurut Samuel, tantangan terbesar kini datang dari perubahan sikap Bank Indonesia (BI) yang telah memasuki siklus kenaikan suku bunga.
Berbeda dengan periode sebelum itu yang bertujuan mengendalikan inflasi, kali ini kenaikan suku bunga lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang terus tertekan.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

