Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (2/7/2026) di zona hijau. IHSG terangkat 49,44 poin atau 0,87% ke level 5.744,556.
Berdasarkan data RTI Business, sepanjang perdagangan IHSG bergerak di rentang 5.704,499 hingga 5.806,715. Indeks dibuka pada level 5.709,842 sebelum akhirnya ditutup terangkat.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Nilai transaksi menyentuh Rp11,147 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 20,509 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat 1.516.521 kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 395 saham terangkat, 219 saham terkoreksi, dan 169 saham ditutup tidak berubah. Kondisi tersebut mencerminkan sentimen pasar yang masih didominasi aksi akumulasi.
Adapun saham-saham yang ditutup terangkat di antaranya adalah BBCA naik 3,57% jadi Rp5.800 per unit. BMRI naik 2,36% jadi Rp3.900, BBNI terangkat 2,26% jadi Rp3.170, BBRI naik 0,75% jadi Rp2.690, dan TLKM naik 0,41% jadi Rp2.450 per unit.
Selain itu, saham AMMN mengalami kenaikan 0,93% jadi Rp3.240 per saham. ENRG mengalami kenaikan 0,96% jadi Rp1.050, PTRO mengalami kenaikan 1,06% jadi Rp3.830, BRMS mengalami kenaikan 1,68% jadi Rp484, TPIA mengalami kenaikan 5,36% jadi Rp1.770, BRPT mengalami kenaikan 8,70% jadi Rp1.500, dan BNBR mengalami kenaikan 16,67% ke harga Rp105 per saham.
Sementara harga saham ASII turun 0,43% jadi Rp4.580 per unit. UNVR turun 0,85% jadi Rp1.760, KLBF turun 2,61% jadi Rp745, GGRM turun 3,12% jadi Rp15.500, dan SMGR turun 0,36% ke harga Rp1.395 per saham.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan hari ini menyentuh Rp10.086,454 triliun.
Penguatan IHSG pada hari ini memperpanjang rebound pasar setelah sehari sebelum itu indeks juga berhasil ditutup di zona hijau. Sentimen positif terutama ditopang oleh penguatan saham-saham berkapitalisasi besar dan meningkatnya minat akumulasi investor di sejumlah sektor.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

