Harga tembaga dunia bertahan di dekat rekor tertinggi di atas USD6,6 per pon di tengah ketatnya pasokan global dan reli permintaan dari pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Kondisi tersebut dinilai berubah menjadi katalis positif bagi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), yang diproyeksikan memasuki fase pertumbuhan produksi dan laba dalam beberapa tahun ke depan.
Melansir dari Trading Economics, kenaikan harga tembaga didorong oleh gangguan pasokan dari Chile, produsen tembaga terbesar dunia. Pengembangan area Andes Norte di tambang El Teniente milik Codelco diperkirakan dapat tertunda hingga dua tahun, alhasil memperketat pasokan di pasar global.
Ringkasnya, kondisi tersebut mencerminkan tantangan yang semakin besar di industri pertambangan.
Seiring menipisnya cadangan bijih berkualitas tinggi, banyak perusahaan tambang harus memperluas operasi ke lapisan bawah tanah yang lebih dalam, alhasil meningkatkan risiko geoteknik seperti yang berlangsung di El Teniente.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

