Ringkasnya, saham-saham lapis ketiga (third liner) dengan nilai kapitalisasi pasar di bawah Rp500 miliar mendominasi jajaran saham dengan kinerja terburuk (top losers) pada pekan ini.
Penurunan saham-saham tersebut berlangsung di tengah reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang periode 8-12 Juni 2026. IHSG terangkat 7,38 persen ke level 6.007 poin.
Saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) berubah menjadi saham dengan penurunan paling dalam sekitar 38 persen ke Rp72. Penurunan ini menekan harga saham produsen tisu basah itu yang cenderung stabil sejak awal tahun.
Saham PT Dua Putra Makmur Tbk (DPUM) juga tertekan dalam sepekan dipicu terbakarnya pabrik perseroan di Pati, Jawa Tengah. Harga saham emiten manufaktur perikanan itu terjungkal 34 persen ke Rp116 per saham.
Sejumlah saham dengan nilai kapitalisasi relatif besar juga ikut terkoreksi meski tak masuk deretan 10 top losers. Saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) dan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) terkoreksi masing-masing 17 persen dan 13 persen dalam sepekan.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

