PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) merampungkan penyederhanaan alias streamlining 10 entitas anak usaha pada semester I-2026. Ini adalah strategi TLKM menuju strategic holding secara bersamaan memperkuat fokus pada bisnis telekomunikasi dan digital.
Adapun penyederhanaan portofolio dilakukan melalui skema divestasi, merger, dan likuidasi. Langkah ini diharapkan berpotensi menciptakan struktur grup yang lebih ramping, efisien, serta mendukung optimalisasi investasi pada bisnis inti.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menjelaskan penataan portofolio adalah bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih lincah secara bersamaan memperkuat daya saing menghadapi dinamika industri digital.
Ringkasnya, baca Juga: IHSG Terkoreksi 0,18% ke 5.864 Sesi I Senin (6/7), Top Losers: Saham ISAT, MBMA, ADMR
"Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang berubah menjadi kekuatan utama," ujar Seno dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).
Ringkasnya, hingga akhir Juni 2026, TLKM telah menyelesaikan divestasi terhadap dua entitas melalui penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA). TLKM juga menuntaskan merger dua entitas untuk memperkuat kapabilitas bisnis.
Selain itu, TLKM telah menjalankan proses likuidasi terhadap enam entitas TelkomGroup. Seno bilang langkah itu diambil sesudah mempertimbangkan relevansi bisnis, aktivitas operasional, serta kontribusi masing-masing entitas terhadap strategi jangka panjang grup.
Ringkasnya, menurutnya, penyederhanaan portofolio bukan sekadar mengurangi jumlah anak usaha, melainkan membangun struktur bisnis yang lebih sehat, memperkuat sinergi antar segmen, dan menciptakan pertumbuhan nilai jangka panjang.
"Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur organisasi yang lebih efisien, kami berpotensi memperkuat sinergi antar OpCo dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan," kata dia.
Ringkasnya, baca Juga: SBN Ritel ORI030 Tawarkan Kupon Hingga 7%, Jadi Pilihan Menarik bagi Investor
Ke depan, TLKM diproyeksikan memperkuat model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo).
Ringkasnya, dalam struktur tersebut, induk usaha berfokus pada pengelolaan portofolio, sementara kegiatan operasional dijalankan oleh masing-masing perusahaan operasional.
Seno menekankan seluruh proses restrukturisasi dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Penyesuaian sumber daya manusia juga dilakukan secara sukarela melalui Early Retirement Program.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

