Ringkasnya, saham emiten perhotelan milik Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), kembali tergelincir pada perdagangan Selasa (4/8/2026) pagi.
Pelemahan ini memperpanjang pelemahan sehari sebelum itu setelah perseroan mengumumkan harga pelaksanaan penerbitan hmetd atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.19 WIB, saham BUVA turun 5,13 persen ke level Rp740 per saham. Nilai transaksi menyentuh Rp121,9 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 162,0 juta saham.
Tekanan lepas tersebut melanjutkan pelemahan pada perdagangan sebelum itu. Pada Senin (3/8/2026), saham BUVA ditutup jatuh 11,36 persen setelah perseroan menetapkan harga pelaksanaan penerbitan hmetd sebesar Rp250 per saham.
Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Senin (3/8), perseroan akan meluncurkan sebanyak 6,15 miliar saham baru atau setara sekitar 20 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD II.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

