Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dihitung kembali, terutama setelah GOTO berhasil untung serta dampak dari regulasi pembatasan komisi platform transportasi daring (ride hailing) maksimal 8%.
GOTO telah menunjukkan kinerja kuartalan terkuat sepanjang sejarah perusahaan. GOTO, yang belakangan ini sahamnya diserok oleh Danantara, berhasil mencetak laba bersih pertamanya pada kuartal I-2026 senilai Rp258 miliar.
Adapun adjusted EBITDA atau laba operasional sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang telah disesuaikan menyentuh Rp907 miliar, meroket 131% yoy.
“Kinerja GOTO tersebut jauh melampaui titik tengah panduan kinerja tahunan perusahaan yang senilai Rp3,3 triliun, jika dihitung secara tahunan (annualized basis),” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Atikah Tri Adriyanti dalam risetnya, Selasa (26/5/2026).
Menurut dia, segmen ODS (on demand services) atau layanan berbasis permintaan – yang mencakup layanan transportasi dan pengantaran – membukukan pertumbuhan adjusted EBITDA sebesar 40% yoy menjadi Rp439 miliar.
Margin EBITDA terhadap gross transaction value (GTV) atau nilai total transaksi bruto GOTO juga naik ke 2,7%. Ini adalah level tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dibandingkan 2% pada kuartal I-2025.
Sementara itu, risiko regulasi meningkat. Pemerintah dikabarkan telah menyetujui pembatasan komisi platform transportasi daring maksimal sebesar 8%.
“Kami memperkirakan kebijakan ini berpotensi menurunkan net take rate segmen ODS senilai 170 basis poin (bps) berubah menjadi 17,2%,” ungkap Atikah.
Sebagai informasi, take rate adalah persentase pendapatan yang didapat platform dari total nilai transaksi.
Ringkasnya, dampak dari regulasi pembatasan komisi platform transportasi daring terhadap GOTO adalah potensi penurunan pendapatan bisnis ODS hingga 35,7% yoy pada 2026.
Sementara itu, segmen teknologi finansial (fintech) membukukan reli adjusted EBITDA sebesar 674,5% yoy menjadi Rp364 miliar pada kuartal I-2026. Nilai total pinjaman menyentuh Rp9,9 triliun, naik 59% yoy, dengan kualitas portofolio tetap terjaga.
Rasio non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah lebih dari 90 hari stabil senilai 0,8%. Rasio pinjaman lancar masih bertahan senilai 92%.
Ringkasnya, profil NPL yang stabil mencerminkan proses penyaluran kredit berbasis data yang dimiliki GoPay. Sistem ini didukung oleh data ekosistem tertutup, seleksi peminjam yang ketat, eksposur pinjaman jangka pendek, serta disiplin dalam penagihan.
Ringkasnya, prospek dan Target Harga Saham
Ringkasnya, editor: Jauhari Mahardhika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

