Sejumlah emiten bersiap menjalankan aksi pembelian kembali saham atau pembelian kembali saham dengan nilai jumbo di tengah tekanan pasar saham domestik. Dua emiten yang mencuri perhatian adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dan PT Telkom Indonesia Tbk.
TLKM akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026 untuk melaksanakan pembelian kembali saham saham. Emiten pelat merah tersebut menyiapkan dana sebesar Rp1 triliun, termasuk biaya transaksi dan biaya lain yang berkaitan dengan aksi korporasi tersebut.
Sementara itu, GOTO mengalokasikan dana maksimal Rp3,5 triliun untuk pembelian kembali saham saham. Perseroan akan meminta persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 18 Juni 2026.
Jika memperoleh restu pemegang saham, pembelian kembali saham GOTO akan berlangsung selama satu tahun setelah tanggal persetujuan RUPSLB, yakni mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.
Manajemen GOTO menilai kondisi keuangan perusahaan masih memadai untuk menjalankan aksi pembelian kembali saham tanpa menimbulkan dampak material terhadap kegiatan usaha maupun operasional perseroan.
Baca Juga: Saham Dividen Ramai Diburu, Cermati Emiten Pilihan Analis Pekan Ini
Aksi pembelian kembali saham tersebut dilakukan guna menyalurkan fleksibilitas dalam pengelolaan modal, termasuk optimalisasi struktur permodalan dan meningkatkan performa harga saham agar sejalan dengan fundamental perusahaan.
Per Maret 2026, GOTO membukukan arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp1,3 triliun. Pada periode serupa, total aset perusahaan menyentuh Rp46,78 triliun dengan total liabilitas Rp18 triliun dan ekuitas Rp28,82 triliun.
Selain TLKM dan GOTO, PT Estika Tata Tiara Tbk juga berencana menjalankan pembelian kembali saham saham pada periode 19 Mei 2026 hingga 18 Mei 2027. Sementara itu nilai pembelian kembali saham BEEF jauh lebih kecil dibanding dua emiten lainnya.
Perusahaan pengolahan makanan olahan daging tersebut menyiapkan dana senilai Rp100 miliar. BEEF diproyeksikan membeli kembali maksimal 333,33 juta saham dengan harga tertinggi Rp300 per saham.
Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana menilai, di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan derasnya arus keluar dana asing, pembelian kembali saham saham jumbo oleh TLKM dan GOTO dapat menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar.
Menurut Hendra, pembelian kembali saham umumnya bertujuan menjaga stabilitas harga saham, meningkatkan kepercayaan investor, secara bersamaan memberi sinyal bahwa manajemen menilai valuasi saham sudah berada di bawah nilai wajarnya.
Ia menambahkan, efek pembelian kembali saham memang tidak selalu langsung mendongkrak harga saham secara signifikan. Sementara itu langkah tersebut cukup efektif untuk menahan tekanan lepas berlebihan, mengurangi volatilitas, serta memperbaiki persepsi pasar terhadap fundamental perusahaan.
Ringkasnya, “Apalagi saat pasar sedang berada dalam fase panic selling dan sentimen eksternal lebih dominan dibanding kinerja fundamental,” jelas Hendra kepada Kontan, Senin (18/4).
Hendra menilai, meski fundamental GOTO mengalami perbaikan, tekanan terhadap saham emiten teknologi tersebut masih cukup besar. Sentimen pemerintah terhadap ekosistem digital, isu regulasi platform, hingga tekanan terhadap daya akumulasi masyarakat masih menjadi tantangan bagi GOTO.
“Karena itu, aksi pembelian kembali saham GOTO lebih berfungsi sebagai penahan tekanan psikologis pasar dan bentuk keyakinan manajemen bahwa proses turnaround masih berada di jalur yang benar,” ucapnya.
Baca Juga: Turun Kembali, Rupiah Dibuka Terkoreksi ke Rp17.679 Per Dolar AS Hari Ini (19/5)
Dari sisi pengaruh terhadap harga saham, Hendra menilai pembelian kembali saham TLKM berpotensi lebih efektif menjaga kestabilan harga karena didukung fundamental yang matang serta basis investor yang kuat.
“Ketika market mulai stabil dan tekanan net sell asing mereda, TLKM berpeluang kembali berubah menjadi salah satu saham defensif pilihan investor institusi, terutama karena kombinasi valuasi,” tuturnya.
Adapun untuk GOTO, Hendra menilai efek pembelian kembali saham lebih berfokus menjaga kepercayaan pasar agar tekanan lepas tidak semakin dalam. Dengan demikian, pergerakan saham GOTO masih akan sangat dipengaruhi sentimen eksternal.
Senior Market Analyst Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas menilai aksi pembelian kembali saham yang dilakukan GOTO dan TLKM adalah strategi untuk menjaga likuiditas perdagangan secara bersamaan menopang stabilitas harga saham.
Ia mencontohkan saham GOTO yang kini masih diperdagangkan di kisaran Rp50 per saham. Menurutnya, aksi pembelian kembali saham dapat menjadi katalis positif bagi saham dengan valuasi rendah.
Nafan merekomendasikan akumulasi saham TLKM dengan target harga Rp3.220. Sementara itu, Hendra menilai TLKM layak dikoleksi dengan pendekatan speculative buy dan target harga Rp3.330. Adapun saham GOTO dinilai lebih cocok bagi investor agresif yang mencari peluang recovery jangka menengah dengan pendekatan speculative oversold
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

